WELCOME TO MY BLOG

blog ini 'sedikit' berbeda dengan blog saya sebelumnya. masih blog abal-abal dengan beragam makna hahaaa...

enjoy.

salam manis dari tikii yang selalu manis...

Selasa, 19 April 2011

Curhat, masa lalu "Kata Daddy...."

Kata mommy,
"biarin aja nduk! Mereka kan uda pada tua (gede), mungkin uda waktunyaa.....
Beda sama kamu, kamu masih muda, masih punya jalan yang panjang. Nah, mereka kan cuma pernah muda.
Let it flow aja sayang! Ga usah terlalu dipikir, ntar juga ketemu.
Lagian dia kok ya serakah banget! Wes, dia bukan orang yang tepat.
Coba matur sana sama daddy, menurut daddy gimana?"

kata daddy,
"hehehe, anakku wes gede to?? (dengan ekspresi yang sulit diterjemahkan, kasian, geli, dan prihatin)
coba sana ngendika sama Father, cerita apa yang masih mengganjal dihatimu! Dengarkan baik baik apa yang Father bilang!!"


Father / Big Daddy bilang,
"gpp nduk! dia cuma seorang yang Daddy kirim untuk memberi gambaran tentang kasih, dan penerapannya yang keliru buat kamu, biar kamu bisa ambil pelajaran dari sana, biar kamu juga bisa ambil sikap, dan tidak terlarut dalam kekeliruannya.
Daddy mau, kamu bisa memahami apa arti KASIH yang sebenarnya, lalu bagaimana kamu harus bertindak didalam kasih.
Daddy bilang, mengampuni!!
Kalo perlu doakan yang terbaik untuk hidupnya!!!
Bukan memusuhi, apalagi membenci...
Ingat nduk, kasih itu mengampuni!!!
Biar bagaimana pun juga, dia pernah jadi bagian dalam hidupmu.
dia pernah memberikan berjuta-juta warna buat kamu, bahkan dia juga pernah membuatmu lupa sama Daddy toh??
=(
tp gpp ya nduk! Ini semua buat kebaikanmu juga.
Nantinya kamu akan lebih hati-hati dalam bertindak.
Wes, ga usah cemberut lagi, Daddy selalu sayang kamu, kamu berharga sekali untuk Daddy.
Jalani saja hidupmu bersama Daddy, dan untuk Daddy, raih impianmu sama Daddy, nurut sama mom dad.
Pada waktunya nanti Daddy akan tunjukan yang terbaik buat kamu, buat masa depanmu, gudnite dear...."


1 july
12.30 am
lovely room


sebenernyaa uda lumayan lama saya nulis catatan ini, berserta catatan-catatan cengeng tentang masa lalu seperti ini.
jujur, jaman-jaman duluu saya memang cengeng banget.
apalagi kalo untuk urusan 'pacar', sekarang tinggal ketawa ketiwi ajaa kalo inget jaman bahula.

tapi catatan ini, saya tulis disaat saya sudah duduk dibangku universitas, dengan pemikiran yang (kayaknya) sudah lumayan dewasa.

saya menyadari benar, betapa saya sangat tidak peka dengan suara Tuhan, dan sampai sekarang ini pun saya masih seperti itu, saya belum peka dengan suara Tuhan. Dan mungkin juga bukan hanya dengan suara Tuhan, tapi mungkin terhadap semua hal, saya ini kurang peka. Teman dekat saya bahkan pernah berkata bahwa saya ini sama sekali tidak peka, beberapa bulan ini ada (beberapa) laki-laki yang mendekati saya, tapi ya itu tadi, saya ga peka.
saya hanya menganggap kedekatan sebagai teman saja, ga lebih, ternyata mereka ada maksud dan dan tujuan lain pada saya, yahhh, maap maap ajaaa, bukan Rengga yang mendekati saya secara berlebihan, jadi saya ga bisa memberi angin apa pun pada (beberapa) laki-laki yang mendekati saya.

Malam ini, saya membuka kembali file-file tulisan tangan saya dari SMA yang masih saya simpan, dan saya bawa ke kota ini. saya ketawa ketawa sendiri sampe guling-gulingan baca catatan harian saya jaman dulu, lebay banget, monyet bangetttt :D
dan dari sekian banyak file yang saya simpan, mungkin catatan yang nangkring diatas itu yang paling berkesan buat saya.

hmmmmm, bersama manusia yang saya pikir sudah dewasa yang saya pergumulkan dalam catatan saya di atas saya telah mengalami banyak sekali hal-hal indah, tapi juga pait nan penuh tanda tanya. Tentu saja dia berarti untuk saya, tapi dulu. Pelan-pelan sosok itu sendirilah yang menghapus sejuta arti yang pernah saya berikan untuknya, dan Puji Tuhan, saya pun pelan-pelan dapat mengontrol emosi saya pada manusia satu ini. saya ga bilang melupakan, hanya tidak untuk terus memikirkan sosoknya lagi.

saya bersyukur, dia pernah singgah dalam hidup saya.
saya bersyukur, dia pernah memberikan saya ribuan warna indah, namun hanya semu belaka.
saya bersyukur, dia melukai hati saya.
saya bersyukur, pada akhirnya dia meninggalkan saya.
saya bersyukur, untuk semua pelajaran berharga ini.

walaupun apapun, saya percaya, semua hal datang untuk satu alasan. Dan semua hal akan berlalu. Begitu juga sosoknya, semua hal yang pernah kami lalui.

saya ga menyesal, sekarang justru saya berterimakasih. dulu, mungkin saya sempat memaki dia, karena kesal saya pada semua hal yang amat menyakitkan itu.
at least sekarang saya ngerti, seperti apa 'laki-laki' ituu.

ya sudahlah, saya juga selalu berharap yang terbaik untuk semuanya.
untuk saya, untuknya, untuk rengga, dan untuk kita semua.
Tuhan memberkati.

let it flow. make it flow. let it glow..
salam manis dari tikii yang selalu manis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar